Mengenal Macam-macam Triplek Untuk Berbagai Macam Keperluan
Table Of Contents
Ada macam-macam triplek yang bisa digunakan untuk berbagai macam hal. Mulai dari membuat kerajinan, furniture, hingga keperluan konstruksi. Bahan yang satu ini juga tidak terlalu sulit untuk dicari. Berbagai toko bangunan pasti akan menjualnya.Â
Nah, karena jenisnya yang banyak, maka tentu saja penggunaannya juga berbeda. Ada yang lebih cocok jika digunakan sebagai bahan baku kerajinan dan ada juga yang bagus untuk kegiatan pembangunan. Mengetahui jenis-jenis ini akan bisa membantu Anda agar tidak salah pilih nantinya. Yuk, mari kita perhatikan informasi yang ada di bawah ini.
Mengenal Triplek
Triplek atau yang biasa juga dikenal dengan nama plywood ini adalah salah satu bahan bangunan yang memiliki banyak jenis. Terbuat dari lapisan kayu yang di-press menggunakan tekanan tinggi, hasilnya adalah sebuah produk berbentuk lembaran yang cukup ringan.
Walaupun kayu cenderung berkontraksi dan mengembang ketika terkena uap air, namun triplek yang terbuat dari lapisan kayu ini bisa menahan gerakan tersebut. Menjadikan kayu lapis lebih stabil secara dimensi. Komposisi ini juga membuatnya tahan terhadap bengkok, terpuntir, retak, pecah, dan susut.Â
Variasinya pun juga banyak, maka tidak heran jika kita bisa kebingungan memilih mana yang cocok untuk kebutuhan. Ada yang tipis dan ada juga yang tebal. Semuanya memiliki fungsi tersendiri. Untuk memudahkan Anda dalam mengenali triplek mana yang dibutuhkan, maka informasi mengenai macam-macam triplek ini akan sangat berguna.
Baca Juga: Mengenal Berbagai Macam Ukuran Triplek 1 Lembar Untuk Keperluan Anda
Macam-macam Triplek untuk Berbagai Keperluan
Inilah berbagai jenis triplek yang bisa Anda jumpai di pasaran.
1. Triplek Low Density Fiberboard
Dikenal juga dengan singkatannya LDF, triplek ini dibuat dari sisa pecahan kayu, serbuk kayu bekas kegiatan menggergaji, dan berbagai macam potongan kecil kayu lainnya. Semua bahan baku ini di-press dengan daya tekan yang tinggi. Harga dari jenis ini cukup terjangkau, serta cocok dijadikan bahan untuk membuat lemari, meja kecil, dan berbagai kerajinan yang tidak perlu menopang beban yang berat, karena daya tahannya tidak sekuat jenis-jenis triplek lainnya.
2. Triplek MDF (Medium Density Fiberboard)
Ini adalah versi yang lebih kuat daripada LDF. Bahan ini terbuat dari campuran serat kayu lunak dan juga keras yang kemudian disatukan menggunakan lem dan di-press menggunakan tekanan tinggi. Triplek ini juga memiliki pori-pori yang rapat, membuatnya cocok sebagai bahan utama pembuatan furniture.
Baca Juga:Â Mengenal Papan MDF dan Cara Memilihnya3. Triplek Teakblock
Bahan dasar dari triplek jenis ini adalah lembaran kayu jati yang terkenal kuat dan tahan terhadap rayap. Lembaran-lembaran ini akan di-press sehingga akan padat. Untuk harganya, triplek ini termasuk dalam jenis yang memiliki harga cukup tinggi karena bahan dasarnya. Namun, Anda akan bisa mendapatkan banyak manfaat, salah satunya lapisan kayu yang kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca.
Baca Juga: Cara Memasang Sekat Kamar Tidur Dengan Triplek
4. Triplek Blockboard
Jenis ini juga dikenal dengan nama triplek meranti. Terbuat dari tiga lapisan kayu yang memiliki serat berbeda, lalu di-press menjadi satu. Metode ini menghasilkan triplek yang fleksibel namun memiliki ketahanan yang baik. Beberapa bentuk pemanfaatannya adalah pada pembuatan meja, pintu, lemari, ataupun panel kayu pada konstruksi bangunan.
Baca juga: Cara Membuat Rak Sepatu dari Triplek dengan Mudah
5.Triplek Melaminto
Melaminto mempunyai permukaan yang dilapisi oleh melanin dan polyester, menciptakan tekstur yang mulus dan rapi. Dengan begitu sangat sering digunakan sebagai pelapis untuk mempercantik tampilan furniture ataupun papan kayu dan pintu.
6. Triplek Particle Board
Anda mungkin pernah melihat triplek yang terbuat dari serpihan-serpihan kayu, yang dikenal sebagai particle board. Particle board dibentuk dari beragam jenis serpihan kayu yang digabungkan dan dipres menjadi sebuah lembaran. Karena bahan bakunya yang sederhana, particle board memiliki harga yang relatif terjangkau.
Meskipun demikian, sebaiknya tidak digunakan sebagai bahan utama karena memiliki tingkat keawetan yang rendah dan sensitif terhadap kelembapan. Karena alasan tersebut, penggunaan particle board tidak disarankan untuk pembuatan perabotan luar ruangan karena kurang tahan terhadap air.
7. Triplek Softwood
Triplek softwood dibuat dari kayu lunak seperti pinus atau cemara. Jenis ini memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan triplek hardwood dan biasanya digunakan untuk proyek yang tidak membutuhkan daya tahan yang sangat tinggi.
8. Triplek Hardwood
Triplek hardwood dibuat dari kayu keras seperti meranti, jati, atau mahoni. Jenis ini lebih kuat dan tahan lama dibandingkan softwood, sehingga cocok untuk kebutuhan yang membutuhkan daya tahan ekstra.
Baca Juga: Perbedaan Particle Board vs MDF vs Plywood
Berapa Ukuran Papan Triplek?
Ukuran standar triplek di Indonesia adalah sekitar 2400 mm x 1120 mm. Triplek dengan ukuran ini memiliki beragam ketebalan, mulai dari 3 mm hingga 32 mm, yang memungkinkan fleksibilitas dalam penggunaannya sesuai dengan kebutuhan proyek.
Penting untuk diingat bahwa ukuran triplek dapat bervariasi di negara lain, terutama jika triplek tersebut diimpor, sehingga sangat disarankan untuk memeriksa dan memastikan ukuran triplek sebelum membelinya agar sesuai dengan spesifikasi proyek Anda dan untuk menghindari masalah kesalahan ukuran saat memasangnya di rumah atau proyek Anda.
Apa Bedanya Triplek dan Multipek?
Triplek dan multiplek adalah dua jenis panel kayu yang digunakan dalam berbagai aplikasi konstruksi. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada cara pembuatan dan jumlah lapisan kayu yang digunakan.
Triplek terdiri dari tiga lapisan lembaran kayu yang direkatkan bersama dengan serat-serat kayu pada lapisan tengahnya berlawanan arah dengan lapisan-lapisan luar. Ini memberikan triplek kekuatan dan stabilitas yang baik, membuatnya cocok untuk penggunaan struktural seperti dinding dan lantai.
Di sisi lain, triplek multiplek memiliki lebih dari tiga lapisan lembaran kayu yang disusun bersama-sama dengan semua serat kayu berjalan searah. Ini memberikan multiplek kekuatan dan ketahanan yang luar biasa, sehingga sering digunakan dalam pembuatan perabotan, furnitur, dan aplikasi tukang kayu lainnya yang membutuhkan kehalusan dan keindahan permukaan yang baik.
Baca juga: Ini Cara Membuat Rak Buku dari Triplek Bekas Agar Hemat
Selain jumlah lapisan dan orientasi serat, perbedaan lainnya dapat mencakup kualitas kayu yang digunakan, ketebalan panel, dan aplikasi spesifik masing-masing produk. Pemilihan antara triplek dan multiplek tergantung pada kebutuhan proyek Anda. Triplek cocok untuk aplikasi konstruksi yang memerlukan kekuatan struktural, sementara multiplek lebih cocok untuk aplikasi di mana kehalusan dan tampilan permukaan adalah faktor utama, seperti pembuatan perabotan.
Tips Memilih Triplek yang Tepat untuk Berbagai Kebutuhan
Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan agar triplek yang dibeli sesuai dengan kebutuhan dan memiliki daya tahan yang baik. Berikut beberapa tips penting dalam memilih triplek:
1. Menyesuaikan dengan Kebutuhan Penggunaan
Sebelum membeli triplek, hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah penggunaannya. Jika Anda membutuhkannya untuk furnitur interior seperti lemari atau meja, triplek MDF atau melamin bisa menjadi pilihan karena permukaannya yang halus dan mudah dicat.
Sementara itu, jika proyek Anda melibatkan eksterior atau area dengan kelembaban tinggi, triplek tahan air atau film faced plywood lebih disarankan agar tidak mudah rusak akibat paparan air dan cuaca. Untuk konstruksi yang memerlukan daya tahan tinggi, triplek hardwood adalah pilihan terbaik karena lebih kuat dibandingkan triplek dari kayu lunak.
2. Memilih Ketebalan yang Sesuai
Triplek tersedia dalam berbagai ketebalan, mulai dari 3 mm hingga 18 mm, dan setiap ketebalan memiliki fungsi masing-masing. Untuk pelapis dinding atau plafon, triplek dengan ketebalan 3-6 mm sudah cukup. Jika Anda ingin membuat furnitur seperti rak atau kabinet, triplek 9-12 mm lebih ideal karena cukup kokoh tetapi tetap mudah dipotong.
Sedangkan untuk konstruksi yang membutuhkan ketahanan tinggi, seperti lantai atau rangka, triplek dengan ketebalan 15-18 mm lebih direkomendasikan. Jika ketebalan triplek tidak sesuai dengan kebutuhan, material ini bisa cepat melengkung atau bahkan retak saat digunakan.
3. Memastikan Permukaan yang Rata dan Halus
Kualitas permukaan triplek adalah indikator penting dalam memilih material yang baik. Triplek yang berkualitas tinggi memiliki permukaan yang rata tanpa gelombang, sehingga lebih mudah diproses dan menghasilkan tampilan akhir yang rapi.
Pastikan tidak ada lubang, retakan, atau lapisan kayu yang mengelupas, karena hal ini bisa menurunkan daya tahan dan estetika triplek. Jika triplek memiliki banyak cacat, kemungkinan besar material tersebut kurang kuat atau memiliki proses produksi yang kurang baik.
4. Memeriksa Kualitas Perekat (Lem) yang Digunakan
Lem yang digunakan untuk merekatkan lapisan kayu dalam triplek menentukan kekuatan dan daya tahan material ini. Triplek yang menggunakan perekat biasa cocok untuk penggunaan dalam ruangan, tetapi jika Anda membutuhkannya untuk area lembap, pilihlah triplek dengan lem tahan air (WBP - Weather and Boil Proof).
Cara mudah untuk mengecek kualitas perekat adalah dengan melihat apakah lapisan kayunya mudah terkelupas. Jika lapisan mudah lepas atau terlihat celah di antara lapisannya, berarti kualitas lem yang digunakan kurang baik.
Kesimpulan
Itulah beberapa jenis triplek yang bisa Anda jumpai. Semuanya memiliki fungsi yang berbeda. Anda bisa menemukan Triplek Teakwood di Klopmart yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegunaan. Temukan macam-macam triplek lainnya di website Klopmart sekarang juga.

Klopmart
KlopMart adalah platform digital untuk solusi terkini kebutuhan material bahan bangunan yang terhubung ke berbagai suplier dan distributor terpercaya dengan jaminan kualitas terbaik dan harga terjangkau.Inspirasi Lainnya


